Jumat, 03 Juni 2011
Antara Navis, Chaplin dan Hemingway
Sebuah karya sastra sudah barang tentu tidak dapat mungkin dilepaskan dari pengarangnya, karya yang dihasilkan oleh para pengarang pasti melewati proses yang panjang, mulai dari dorongan pertama untuk menulis, pengendapan ide (ilham), penggarapan hingga tercipta sebuah karya yang utuh dan siap untuk disajikan dalam warna yang menggugah, menurut gaya dan cara pandang pengarang yang berbeda-beda, adapun yang menginspirasi saya, entah mengapa, setelah melihat dan membaca-baca karya mereka, pertanyaan selalu timbul, apakah mereka ditakdirkan jadi pencipta, mereka sungguh menarik, dan menjadikan setiap langkah di depannya adalah peninggalan-peninggalan yang tak lekang oleh waktu, tak putus dirundung jaman, dan tahan banting digerus abad. Mereka adalah sumber inspirasi, motivasi, dan guru-guru yang gagah berani bagi saya, walaupun mereka tak nampak raganya, tapi ada dan tetap selalu ada, tercantum di dalam hati, kisah-kisah yang mereka sajikan dalam warna-warna yang kemilau, yang memukau hidup saya.
AA Navis, cerpenis yang menyajikan cerpen-cerpen yang memikat, tak terpengaruh dengan landasan orang kebanyakan, ia mengatakan bahwa yang terpenting bagi seorang sastrawan adalah karyanya awet atau tidak? Ada karya yang bagus, tapi seperti kereta api, lewat saja. Itu banyak dan di mana-mana terjadi. Ia bukan mencari ketenaran, menulis pun bukan karena kejadian-kejadian yang penuh avontur dan loncatan dinamika kehidupan yang luar biasa, ia beranggapan bahwa ide bisa datang dari mana saja, seperti karya terkenalnya Robohnya surau kami yang tanpa sengaja ia dapatkan ketika pak M Syafei datang ke kantornya dan bercerita dengan bossnya tentang orang yang masuk neraka karena malasnya. Ia membuat karya fenomenal itu dengan cara tersendiri, menggabungkan idenya dengan ayat yang ada di surat Al-baqarah(surat yang mana ya?), Ia berpikir bahwa teori menulis itu tidak perlu, teori tidak kekal, tapi jika kau melakukan kegiatan itu terus menerus, ia akan kekal di hati, dan jadi satu kebutuhan tersendiri dan mengekal, kalimat-kalimat tersebut adalah kata hatinya. Dan saya pikir ia sangat berhasil dalam menggapai cita-cita agungnya.
Sir Charles Spencer Chaplin, Jr. KBE, atau lebih dikenal dengan Charlie Chaplin, adalah aktor komedi Inggris yang merupakan salah satu pemeran film terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih, sekaligus sutradara film yang sukses. Aktingnya di layar perak menjadikan Charlie Chaplin sebagai salah satu artis pantomim dan badut terbaik yang sering dijadikan panutan bagi seniman di bidang yang sama. Ia adalah salah satu legenda, pelawak terkemuka di dunia, dari dulu, saya amat menyukainya, tapi sayang, ketika jaman sudah mulai cemerlang dan berubah modern mengikuti alur maju teknologi yang menakjubkan, ia dilupakan dan karyanya pun tak lagi hadir dalam layar kaca, ibu saya pernah berkata, waktu jaman balita hingga sampai sekolah dasar, Charlie chaplin adalah tontonan wajib saya, ia mengalahkan film-film india yang lagi tenar di jaman itu, hahaha, Charlie adalah sumber inspirasi, mungkin bila tanpanya, saya sekarang ini belum bisa bersepeda jika tak melihat permainan sepatu rodanya pada saat itu, begitu menawan, begitu tenang dan santai, saya kagum dengan humor slapsticknya, pantomimnya, hingga senyumnya yang khas, yang mungkin mengepigon dan menurun pada saya(^_^). Dan bagi saya, ia adalah salah satu pendamping saya dalam berkembang hingga sekarang.
Ernest Miller Hemingway adalah seorang novelis, pengarang cerita pendek, dan jurnalis Amerika. Bagi saya, ia adalah seorang yang berani, ulet, penuh dengan aksi-aksi menarik, dan hidup secara liar, karya-karya adalah runutan pengalaman petualangannya, kaya dengan lika-liku perjuangan hidup di dunia, ketika ia pergi ke spanyol, ikut perang, lahirlah novel pertempuran penghabisan, ketika pergi ke afrika selatan, berburu binatang buas, lahirlah salju di Kilimanjaro, ketika pergi ke Amerika Latin, menjadi seorang nelayan, ia melahirkan karya lelaki tua dan laut, sungguh mempesona, dan saya amat menyesal baru bisa membaca buku yang terakhir dia tulis itu, karena gaya mengarangnya yang minimalisme, yang singkat dan dengan gaya seadanya, sangat mengundang selera untuk lebih banyak tahu tentang karya-karyanya yang bersifat stoik itu. kehidupan dan Karya-karyanya adalah salah satu impian saya, dan entah mengapa, saya telah terperngaruh jauh dengan caranya walaupun belum bisa melakukannya.
***
Entah apa bisa saya menjadi seorang penulis, mengapa dan bagaimana itu mengarang saya belum dapat menjawabnya, ketika kehidupan itu hanya dimiliki oleh impian, tanpa usaha ekstra keras untuk mewujudkannya, sama saja dengan angan-angan yang mengikat tubuh, cita-cita ada, tapi tak pernah dikerjakan, tanpa konsistensi melakukan yang terbaik, sangat percuma, bak ayam pulang petang, lakunya tidak benar, sama dengan harapan-harapan yang telah mengakar, tapi tunasnya tidak penah muncul dan akhirnya tinggal harapan. Sepadan seimbang dengan keadaan sekarang, apa yang saya lakukan Cuma sketsa, dalam beberapa bulan ini saja tak ada gerak yang terakhir untuk memulai satu langkah, padahal satu langkah adalah awal dari seribu langkah untuk bangkit dan lebih baik, tapi kadangkala, satu kejadian sederhana dapat mengubah segalanya, dan dari mereka bertiga saya mendapat satu pelajaran lagi yang berharga.
Robohnya surau kami, salah satu karya AA Navis yang dikenang sepanjang jaman ini sangat memikat hati saya, tanpa sengaja membaca cerpen ini 2 hari kemarin, cerpen yang menjadi arsip perjalanan kuliah saya di semester satu, dan pernah saya baca di SMP, walau ceritanya sudah dihapus dan tak teringat lagi di kepala, tetapi ketika saya baca dan baca lagi, terasa ada yang bergetar dan menyuruh saya untuk berubah, mungkin kemarin-kemarin waktunya tak tepat untuk dibaca, karena karya fenomenal ini butuh perenungan yang mendalam agar dapat ditarik kesimpulan amanahnya, AA Navis pernah berkata, menjadi pengarang itu sulit, dulu, pernah seorang anak pemuda yang berbakat dan berpikiran hidup, menulis puisi, dan setiap ia menulis puisi, senantiasa si anak memperlihatkan puisi kepadanya, saya pun mengkritiknya, mendiskusikannya hingga anak itu kehilangan kepercayaan dirinya, lalu kini menjadi orang yang tak berarti, dan ketika seseorang anak lagi bertemu dan meminta petunjuknya, ia berkata lagi bahwa “jika ingin jadi pengarang yang berarti, lemparkan rasa rendah dirimu itu”. Dan sejak itu,anak itu tak pernah berkata lagi padanya, ia menemukan jati dirinya sendiri, ia adalah Motinggo busye, dan jika ada yang bertanya pada dirinya lagi, AA Navis lebih suka memakinya saja, dan mengharapkan agar ia sakit hati, tersinggung harga dirinya, lalu bangkit menjadi manusia yang tangguh.
Beberapa hari kemarin, ketika saya membuka google, situs pencari terbaik ala world wide web, google merayakan hari ulang tahun aktor terkenal yang melegenda, Charlie chaplin, salah satu aktor yang terbaik yang ada dan saya kenal karya-karyanya, setelah saya beberapa kali melihat aktingnya di youtube, saya bepikir bahwa Charlie adalah salah satu dari seseorang yang bisa mengubah dunia, saya mengaguminya, Di dalam film-filmnya, Chaplin dikenal suka merangkap-rangkap, mulai dari peran utama, sutradara, penulis naskah, hingga pengisi ilustrasi musik. Dan ketahuilah, saya termasuk seseorang yang mudah menyerah, ketika tak aktif lagi dalam dunia teater, naskah-naskah yang pernah saya buat, yang sampai sekarang belum selesai, hanya saya jadikan kenangan, yang belum dapat dijawab kesudahannya, tapi, ketika melihat akting-akting Charlie, ya, saya berpikiran harus mengerjakan naskah-naskah itu, walau tak dihargai dimana akan ditempatkan, tapi ketika karya itu selesai, paling tidak terselip kebanggaan bahwa saya ada dan dapat terus berkarya.
Ernest Hemingway, seorang tentara, petualang dan jurnalis pengelana, saya amat tertarik dengan kehidupannya yang berliku, penuh kesan dan pesan, melengkapi suka duka perjalanannya, seorang jurnalis adalah seseorang yang misterius dan ramah, itu yang harus dilakukan oleh seseorang jurnalis, mendengar ini saya langsung ingat film “the blood diamond”, disana terdapat jurnalis yang spektakuler menurut saya, jurnalis, mungkin adalah bagian dari keping-keping impian saya yang harus dijulang ke langit usahanya, menjadi jurnalis itu susah, sama saja seperti guru yang dituntut harus ceplas-ceplos dan ramah, apakah bisa saya seperti hemingway? yang jelas ikhtiar, doa dan kerja keras, karena takdir hanya ujung usaha, sukses hanya sebuah pemikiran, dan entah mengapa, ernest hemingway telah mengilhami lebih dari separuh impian seseorang anak laki-laki yang belum dewasa dan masih mencari jejak-jejak kedepan dan jejak-jejak yang tertinggal. Semoga saja…
***
Seumur hidup, saya hanya ingin jadi seorang penulis amatir, karena amatir berasal dari kata amare:mencintai, dan amator:pencipta, karena bagi saya, menulis adalah mencintai pencipta, mencoba melukiskannya dengan sedikit kata-kata hingga berbentuk sebuah karya,itu saja, karena bagi saya, tak ada penulis yang profesional, penulis professional hanya yang mampu menciptakan langit dan bumi, yang menyetujui takdir kehidupan kita, yang menurunkan wahyu, kitab-kitab yang menjadi buku pedoman tak tergantikan. menulis bagi saya, adalah kebebasan yang lepas, tanpa batas perjuangannya, menjalani waktu-waktu setahun kuliah ini mungkin membuat saya gila, saya berhenti menulis gara-gara takut dengan salah, takut dengan kritik-kritik yang berisi hinaan, padahal kritik adalah salah satu argumentasi yang bersifat menbangun, entah itu baik atau buruk. AA navis berpesan bahwa kalau ingin menjadi seseorang yang tangguh, kita harus tahan makian, hinaan bahkan umpatan, dan itu memang betul dan memang menjadi tujuan saya. Dan jika anda menemukan hal-hal yang salah pada diri saya, saya bersedia dan amat berterima kasih jika anda mengkritiknya, dengan buruk apalagi…
AA Navis, Charlie Chaplin dan Ernest Hemingway, mungkin telah mengubah saya untuk terus berjuang dan mencintai hidup, melakoni tiap episode kehidupan tanpa ketakutan lagi, dari AA Navis, saya mendapat ilmu bahwa menulis itu tidak gampang, perlu keinginan keras dan gaya tersendiri agar sukses menjadi seorang penulis. gerak bisu chaplin memberikan kajian kepada hati saya bahwa perjalanan hidup harus diiringi senyum dan tawa walau terkadang hidup susah penuh duka. hemingway menyentuh impian saya dengan cara-cara yang dilakukannya dalam menempuh waktu dengan gemilang dan akhirnya berteriak “demi kehidupan”. Mereka adalah sang pemotivasi kehidupan yang nyata, sumber inspirasi, dan mata air kekuatan bagi saya, walaupun demikian, saya amat sangat tak berharap jadi epigon mereka, tiap seseorang harus memiliki cirri khas tersendiri bukan.
Ketika mereka dapat lepas landas. Terbang, meliuk-liuk, dan berputar-putar dalam mencari kesuksesan, apa yang ada pada mereka hanyalah kisah yang memotivasi, yang kekal abadi dalam sanubari, mengarang entah mengapa bagi saya tak perlu tuntutan-tuntutan teori seperti yang diajarkan di kelas-kelas menulis ataupun tempat berkumpulnya para pecinta sastra, seperti kata salah satu dosen saya, di kelas membaca, “tehnik-tehnik membaca banyak, tapi pilih saja yang terbaik, yang lebih afdol di hati”. dan menurut pandangan saya, itu memang sangat penting dan hidup harus sesuai selera kita. Keinginan kita, kejelian hati kita untuk melangkah, dan saat saya bertemu dengan beliau lagi, sambil menepuk pundak, ia berkata “belajar rajin-rajin ya mas” wih, saya dipanggilnya mamas, wkwkwk. Baiklah, belajar akan terus dilakukan pak, mungkin sampai malaikat Izrail mencabut nyawa saya, sama dengan menulis, kalau perlu saya akan belajar terus menerus sampai tertimbun tanah di liang lahat, semoga saja impian akan selalu ada yang menjadi penghubung masa depan, untuk segalanya, untuk semuanya…
(minggu, 1 mei 2011, pukul 11. diharapkan pada jiwa saya untuk berubah, dunia kepenulisan di kepala masih ada. salam kelelahan, tunda dulu buat tugas-tugas kuliah, lagi kehilangan ilham untuk mengerjakan tugas-tugas yang njelimet, pusing 6 rangkap. Bingung stadium 4, tugas yang kadang-kadang buat syaraf jadi kumat, berlari-lari si syaraf, hingga otak meledak, arrgh, kato wong pelembang tuh, “dak kuwawo, pening igo, lemak makan burgo, dah tuh pegi nyari bini jalan-jalan ke kuto, nenangke otak, tapi nyatonyo, nenangkenyo dk kemano-mano, nulis be sambil makan kemplang angat campur cuko, @_@)
Footnote :
Epigon : meniru
Avontur : hal yang aneh-aneh, penuh dengan petualangan, pemikiran, ketegangan
Pantomim : gerak bisu, biasanya pembuka dalam teater-teater eropa
Slapstick/farce : humor gedobrakan, ruak-ruakan, sekarang lagi tenar karena dipakai oleh anak-anak anggota OVJ
Menghadapi gelombang kehidupan
Dan kapan ia harus berhenti di "setiap hal dalam hidupnya"
Kisah kali ini tentang pentingnya untuk berhenti sejenak dalam mengarungi derasnya gelombang kehidupan. Di penggir pantai yang indah dan tanpak mempesona 2 orang sahabat sedang asik berenang2 .
" ayo di, agak ke tengah sedikit.., salim mangajak budi dengan komando kepalanya..
"ogah ah.. Serem.. Lo aja yang ketengah, lo kan pinter berenang... Budi sedikit ngeri mengiyakan ajakan salim.
"tenang aja lagi sob.. Kan ada gw.. Lo pasti aman deh... Salim meyakinkan budi yang terlihat ketar ketir..
"yakin? Aman yak?!!!.. Budi meminta kepastian salim..
"yakin aman di... Gw kan juara renang di sekolah... Lo pasti aman.. Kalo ada apa2 lo bisa andelin kemampuan renang gw.. Salim memastikan ucapannya.
" oke deh
Mereka berenang menjauhi bibir pantai tempat mereka berasal.. Mengambang, berubah gaya berenang, dan canda menjadi
"sesaji" kala mereka menempuh senti demi senti air asin yang sedang mereka tracking...
Tiba2 angin mulai sedikit demi sedikit mengencang.. Gelombang mulai meninggi.. Dan awan hitam berbondong bondong mendekati daratan..
"lim.. Gimana nih.. Budi panik..
"yuk ke pingigir sekarang..salim mengajak budi...
Budi mengikuti salim yang berenang di depannya..
Tiiba2 ombak yang sangat tinggi bergulung dari arah belakang tubuh mereka..
"huaaaaaaaaaaaaaaaa..... Budi berteriak sekencangnya...
"lo gak papa kan bud??? Salim berteriak dari arah depan..
"aku aman..kamu dimana lim ??? Budi mencari salim yang tadi berenang di depannya..
"gw di depan lo bud.. Kehalang ombak nih.. Lo terus aja berenag ke pinggir .. Nanti kita ketemu disana...
"aku takut gak kuat lim.. Kamu sih enak pinter berenang.. Budi meneriaki salim...
"udah berenang aja lo.. Pasti bisa kok.. Salim menyahut dari kejauhan.. Dan suaranya semakin jauh dari tubuh budi yang mulai kelelahan..
Salim memacu kecepatan renangnya dan menerjang gelombang yang semakin meninggi.. Berkali kali ia menghilang dan timbul dari riak2 air..
Sementara budi sudah kelelahan.. Ia tak mampu lagi berenang melawan gelombang yang mematahkan kayuhan kakinya untuk berenag menuju pantai.. Ia hanya pasrah mengikuti kemana gelombang membawanya.. "tuhan.. Inilah akhir hidupku.." budi membatin sedih.. Ia yakin salim sedang menunggunya di pinggir pantai sambil berharap harap cemas akan keadaannya.. Semoga salim bisa sabar menunggu ku.. Budi menangis haru didalam kesendiriannya..
30 menit berlalu.. Budi mulai menyadari gelombang laut sudah tidak separah beberapa waktu lewat.. Angin cenderung bergerak tenang, ombak bergulung hanya beberapa centi saja.. Nampak dihadapannya bibir pantai tempat ia dan salim biasa berenang..
Bersusah payah budi bergerak hingga menyentuh pasir yang memutih di hamparan pinggiran pantai..
"alhamdullilah.... Budi kembali terisak....,,
Belum lagi pulih tenaga budi.. Ia segera bergegas mencari salim yang mungkin sejak tadi mencarinya..
"saliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiim... Liiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiimmm.... Budi berteruiak keras memanggil sahabatnya...
"dek dek.. Apa kamu nyari teman kamu??? Seorang bapak nelayan menghampiri budi..
"iya betul pak.. , bapak ada liat enggak ya??
" coba liat di balai desa dek.. Siapa tau itu teman adek...
Budi berlari kearah balai desa dan menyaksikan pemandangan pilu dihadapannya.., salim telah terbujur kaku, beberap nelayan menceritakan , mereka menemukan salim terombang ambing di lautan.. Mungkin ia tenggelam karena terlalu lelah melawan gelombang yang sedang gila-gilanya beberapa jam lalu..
Budi kembali menangis sejadi jadinya.. " kenapa salim.. Kenapa bukan aku.. Bukankah aku tidak pandai berenang, bukankah salim juara renang di sekolah..." air matanya membanjir hebat... Terbayang semangat sahabatnya yang menyuruhnya terus berjuang hingga tiba di pinggir pantai..
Selamat jalan sahabat.. Budi meninggalkan secarik kertas putih bertuliskan.. "terimakasih" diatas tanah merah tempat salim terbaring untuk selamanya...
Taukah kalian kenapa aku berterimakasih kepada sahabatku???
Kerena dari kejadian ini aku tau satu hal yang mungkin akan aku ingat seumur hidupku..
Kejadian ini mengajarkan padaku..
Dalam hidup, kita bukan sekedar harus menjadi kuat, pandai dan terampil..
Dalam hidup kita bukan sekedar harus menjadi sosok yang dibanggakan, di elu elukan, atau di damba dambakan..
Tapi kita juga mesti tau kapan kita harus berhenti sejenak untuk berjalan atau berjuang, bukan untuk menyerah, apalagi kalah...
Kita berhenti sesaat untuk " memastikan " apakah kita sanggup terus berjalan, kita berhenti sejenak untuk "memikirkan" kapan waktu yang tepat untuk kembali melangkah.
Tidak akan mungkin kita sanggup mendaki mount evrest tanpa jaket...
Tidak akan mungkin kita sampai puncak himalaya tanpa berhenti untuk berkemah...
Kita berhenti sesaat untuk memikirkan apa yang terbaik bagi diri kita saat melawan
"GELOMBANG-GELOMBANG KEHIDUPAN"
Karena gelombang itu akan berubah setiap hari..
Dan kita tidak harus berhenti pula setiap hari..
Tapi berhentilah saat "tiba2 gelombang itu begitu menakutkan dan teramat berat untuk kita lalui dalam bebarapa menit"
Berhentilah dan berfikirlah,,.. Biarkan sejenak tubuh kita untuk beristirahat..
Jika sudah mereda.. Lanjutkan perjalanan panjang ini dengan ketenangan dan rangkaian pilihan bijak.
Orang hebat bukanlah orang yang suaranya paling besar, temannya paling banyak , ilmunya paling tinggi, hartanya paling berlimpah.
Orang hebat adalah orang yang tau kapan ia harus berjalan. Dan kapan ia harus berhenti di "setiap hal dalam hidupnya"
(Musashi)
from : CERITA & MOTIVASI
Minggu, 15 Mei 2011
MENCARI SOLUSI DENGAN MEMBERI
Saudaraku, ternyata untuk mencari solusi dari kemelut masalah yang menyelimuti disetiap langkah kehidupan kita tidak harus selalu dengan upaya dan kerja keras untuk mendapatkan segala yang kita inginkan untuk keluar dari masalah itu, tetapi bisa jadi dengan memberikan sebagian dari apa yang dikaruniakan kepada kita, kita akan mendapatkan solusi yang selama ini kita cari.
Dibawah ini sebuah ilustrasi Sunnatullah yang dapat menginspirasi kita dalam mengambil kebijakan untuk keluar dari setiap masalah yang sedang kita hadapi.
Dua anak kecil, kakak adik, tampak sibuk di sebuah pojok pekarangan rumah. Salah satu dari mereka terlihat menelungkup seperti mengambil sesuatu dari balik lubang kecil. Sementara yang satunya lagi begitu serius memperhatikan sang kakak. Sambil sesekali ikut melongok ke arah lubang, tangan kanannya tetap erat mencekal ranting kecil.
“Dapat, Kak?” ujar sang adik menampakkan wajah penasaran.
“Belum, Dik. Lubangnya dalam sekali!” jawab sang kakak yang masih ingin mencoba merogohkan tangannya lebih dalam ke pangkal lubang.
Rupanya, dua anak itu sedang berusaha mengambil sebuah bola pimpong yang masuk ke lubang. Tibalah giliran sang adik mengorek-ngorek lubang dengan rantingnya. Ia berharap, bola pimpong bisa tersangkut di ujung ranting dan tercungkil keluar lubang. Tapi, selalu saja ia gagal.
Di tengah kebingungan itu, seorang ibu menghampiri mereka. Ia melongok-longok mencari tahu apa yang sedang dilakukan dua anaknya dengan sebuah lubang. Tak lama kemudian, sang ibu pun mengangguk pelan.
“Belum berhasil, Nak?” tanya sang ibu sambil memberikan isyarat kehadirannya.
“Belum, Bu. Lubangnya dalam sekali!” ujar kedua bocah itu memperlihatkan keputusasaan.
“Nak,” ujar sang ibu sambil memegang dua pundak anak-anaknya. “Coba kau isikan air ke lubang. Insya Allah, lubang akan memberikan kalian bola!”
Mencari solusi dalam problematika hidup tak ubahnya dengan upaya mengeluarkan sesuatu yang kita inginkan dari dalam lubang yang dalam dan gelap. Butuh cara bijaksana agar yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan mudah.
Sayangnya, tak semua kita mampu bijaksana menyikapi lubang problematika hidup tersebut. TAK BANYAK YANG MEMAHAMI BAHWA MENCARI SOLUSI DARI MASALAH TIDAK SELALU DENGAN UPAYA INGIN MENDAPATKAN SESUATU. TAPI JUSTRU DENGAN SEMANGAT MEMBERI. DARI MEMBERI ITULAH, KITA MENDAPATKAN SESUATU YANG KITA INGINKAN.
Tepat sekali apa yang diucapkan sang ibu kepada dua anaknya, “Penuhi lubang dengan air, ia akan memberimu bola!”.
Oleh karena itu jangan pernah letih dengan pekerjaan memberi karena dengan memberi setiap langkah kita selalu diringi dengan solusi
smoga bermanfaat
*Jadikanlah Facebook untuk kebaikan dunia dan akheratmu*
from Kisah Kisah Teladan II
Dibawah ini sebuah ilustrasi Sunnatullah yang dapat menginspirasi kita dalam mengambil kebijakan untuk keluar dari setiap masalah yang sedang kita hadapi.
Dua anak kecil, kakak adik, tampak sibuk di sebuah pojok pekarangan rumah. Salah satu dari mereka terlihat menelungkup seperti mengambil sesuatu dari balik lubang kecil. Sementara yang satunya lagi begitu serius memperhatikan sang kakak. Sambil sesekali ikut melongok ke arah lubang, tangan kanannya tetap erat mencekal ranting kecil.
“Dapat, Kak?” ujar sang adik menampakkan wajah penasaran.
“Belum, Dik. Lubangnya dalam sekali!” jawab sang kakak yang masih ingin mencoba merogohkan tangannya lebih dalam ke pangkal lubang.
Rupanya, dua anak itu sedang berusaha mengambil sebuah bola pimpong yang masuk ke lubang. Tibalah giliran sang adik mengorek-ngorek lubang dengan rantingnya. Ia berharap, bola pimpong bisa tersangkut di ujung ranting dan tercungkil keluar lubang. Tapi, selalu saja ia gagal.
Di tengah kebingungan itu, seorang ibu menghampiri mereka. Ia melongok-longok mencari tahu apa yang sedang dilakukan dua anaknya dengan sebuah lubang. Tak lama kemudian, sang ibu pun mengangguk pelan.
“Belum berhasil, Nak?” tanya sang ibu sambil memberikan isyarat kehadirannya.
“Belum, Bu. Lubangnya dalam sekali!” ujar kedua bocah itu memperlihatkan keputusasaan.
“Nak,” ujar sang ibu sambil memegang dua pundak anak-anaknya. “Coba kau isikan air ke lubang. Insya Allah, lubang akan memberikan kalian bola!”
Mencari solusi dalam problematika hidup tak ubahnya dengan upaya mengeluarkan sesuatu yang kita inginkan dari dalam lubang yang dalam dan gelap. Butuh cara bijaksana agar yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan mudah.
Sayangnya, tak semua kita mampu bijaksana menyikapi lubang problematika hidup tersebut. TAK BANYAK YANG MEMAHAMI BAHWA MENCARI SOLUSI DARI MASALAH TIDAK SELALU DENGAN UPAYA INGIN MENDAPATKAN SESUATU. TAPI JUSTRU DENGAN SEMANGAT MEMBERI. DARI MEMBERI ITULAH, KITA MENDAPATKAN SESUATU YANG KITA INGINKAN.
Tepat sekali apa yang diucapkan sang ibu kepada dua anaknya, “Penuhi lubang dengan air, ia akan memberimu bola!”.
Oleh karena itu jangan pernah letih dengan pekerjaan memberi karena dengan memberi setiap langkah kita selalu diringi dengan solusi
smoga bermanfaat
*Jadikanlah Facebook untuk kebaikan dunia dan akheratmu*
from Kisah Kisah Teladan II
PANTULAN AMAL
”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri..............................”. (Q.S. Al-Israa’ : 7)
Alkisah, seorang ayah untuk pertama kalinya mengajak anaknya yang berumur sepuluh tahun pergi berlibur ke daerah pegunungan. Tempat yang dituju itu ternyata sangat indah, berhawa sejuk, dan membawa suasana yang hening dan tentram. Banyak pohon menjulang tinggi di antara bukit-bukit dan pegunungan. Ayah dan anak itu berjalan-jalan menikmati eloknya pemandangan. Saking senengnya,sesekali bocah kecil itu melompat-lompat dan berlari lari kecil ke sana kemari.
Suatu ketika, karena kurang hati – hati saat berlari – larian, anak itu terpelincir jatuh, “aduhhhhh…! Teriaknya kesakitan. Dan sesaat hampir bersamaan, jelas terdengar suara “aduhhh..” berulang – ulang di sisi pegunungan. Anak itu terheran – heran, penasaran dan ingin tahu dari mana asal teriakan yang menirukan suaraanya tadi, si anak berteriak lagi dengan suara lebih keras.
“hai…. Siapa kamu…?
Sesaat kemudian,ia menerima jawaban yang hampir sama kerasnya, “ hai… siapa kamuuu……?”
Setelah itu, suasana kembali hening dan hanya desau angin yang terdengar. Anak kecil itu makin gusar karena hanya mendengar suaranya. Lalu dengan marah sekali ia berteriak sekeras –kerasanya, “pengecut kamu…!”
Dan sesaat kemudian ia pun langsung menerima jawaban yang sama nadanya, “pengecut kamu…..!”
Dengan pandangan yang heran bercampur kesal, anak itu menatap ayahnya. “ayah, siapa orang yang iseng menirukan teriakan-teriakanku tadi? Mengapa semua teriakanku dia tiru sama persis? Tanya anak itu.
Ayahnya tersenyum bijak dan berkatak,” Anakku, perhatikan baik- baik….” Kemudian, sang ayah berteriak dengan keras sekali kearah pegunungan, “ kamu hebat…!”terdengar jawaban bunyi yang sama kerasnya dan berulang. “kamu hebat…!
Melihat roman muka anaknya yang masih keheranan, lelaki itu kembali berteriak keras – keras,” kamu luar biasa…! Dan sama seperti teriakan –terikan sebelumnya yang diikuti dengan suara yang persis sama. “kamu luar biasa…!
Anak itu tetap saja keheranan sambil terus memandangi ayahnya. Tampak sekali ia tak sabar menunggu penejelasan ayahnya. Sang ayah pun berkata.” Wajar saja kau heran, anakku. Ini pengalaman pertamamu berada ditempat yang berbukit – bukit dan bergunung –gunung. Orang menyebut suara yang memantul balik tadi sebagai GEMA. Itulah pantulan suara.”
Sang ayah melanjutakan penjelasannya. “ sama dengan gema tadi, anakku. Kehiudupan ini juga akan selalu memantulkan kembali apapun yang kita berikan kepadanya. Maksudnya,apa pun yang telah kau pikirkan, katakan, dan lakukan, maka akan seperti itu pula hasil yang kau dapat. Jika setiap saat enkau berfikir positif, mengucapkan kata – kata bijak, selalu berbuat kebaikan, rajin belajar dan berdisiplin, maka hidup akan beroleh penghargaan karena kepandaianmu berbicara, beroleh kasih dan pertolongan dari sesama karena kebaikanmu, dan dengan demikian kau akan mendapatkan kehidupan yang sukses. Apakah kau mengerti?
Dan, si anak pun mengangguk –anggukan kepalanya.
Saudaraku yang dirahmati Allah, Maha Benar apa yang difirmankan Allah SWT :
” Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan ”. (Al Qur’an surat 45. Al Jaatsiyah ayat 15)
” Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya ” (Al Qur’an surat 41. Fushshilat ayat 46)
” Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Al Qur’an surat 43. Az Zukhruf ayat 76)
Kisah di atas mengandung kebijkan yang mendalam dan berharga bagi kita. Kebijakan terdalalam dari kisah tadi menyatakan bahwa hidup kita adalah PANTULAN dari apa yang kita pikirkan, kita ucapkan, dan kita lakukan. Jika kita selalu berpikir negative, penuh kekhwatiran, dan kecurigaan, maka kehidupan akan memberi reaksi yang sama negatifnya pada kita. Linkungan atau orang – orang di sekitar kita pun akan terabawa atau ikut terpengarauh untuk menjadi berperilaku negative, penuh kecurigaan, dan tidak mau percaya pada kita. Dampaknya kehidupan kita bisa dirusak oleh sebab –sebab yang kita munculkan tadi.
Sebalikanya, jika kita senantiasa memiliki hati yang penuh kasih,berpikir positif, mengucapkan kata – kata yang positif pula serta berperilaku baik kepada siapa saja, maka kehidupan akan memberikan reaksi yang sama positifnya. Hiudp kita pun akan dikelilingi oleh orang-orang yang penuh kasih, berpikiran positif dan tentu saja banyak kebaikan akan mendatangi kita.
Perinsip di atas sejalan dengan kata mutira ” hidup akan memberikan kembali apa yang kita berikan ”. Dalam kehidupan ini, kesuksesan hari ini tidak tercipta oleh karena kebetulan atau keberuntungan semata. Setiap keberhasilan dalam bidang apa pun, pastilah terwujud karena akumulasi dari usaha – usaha yang pernah kita lakukan sebelumnya. Begitulah makna “ apa yang kita berikan itulah yang akan kita dapatkan ”.
Maka baik buruknya kehidupan seseorang sesungguhnya berada dalam kendali hati, pikiran, ucapan dan perbuatan orang itu sendiri. Bahwa lingkungan atau orang lain berpengaruh pada kehidupan kita itu benar. Tatapi kehidupan kita sama sekali tidak ditentukan oleh orang lain. Sebab, kita memiliki hak dan kekuatan untuk menentukan pilihan.
Jadi pesanya jelas sekali, mari kita penuhi hidup ini dengan banyak hal positif. Dan jika kita ingin lebih berhasil, maka kita harus berani memberi yang terbaik dari yang kita miliki. Sebab memberi yang terbaik akan mendapatkan yang terbaik.
smoga bermanfaat
*Jadikanlah Facebook untuk kebaikan dunia dan akheratmu
from Kisah Kisah Teladan II
”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri..............................”. (Q.S. Al-Israa’ : 7)
Alkisah, seorang ayah untuk pertama kalinya mengajak anaknya yang berumur sepuluh tahun pergi berlibur ke daerah pegunungan. Tempat yang dituju itu ternyata sangat indah, berhawa sejuk, dan membawa suasana yang hening dan tentram. Banyak pohon menjulang tinggi di antara bukit-bukit dan pegunungan. Ayah dan anak itu berjalan-jalan menikmati eloknya pemandangan. Saking senengnya,sesekali bocah kecil itu melompat-lompat dan berlari lari kecil ke sana kemari.
Suatu ketika, karena kurang hati – hati saat berlari – larian, anak itu terpelincir jatuh, “aduhhhhh…! Teriaknya kesakitan. Dan sesaat hampir bersamaan, jelas terdengar suara “aduhhh..” berulang – ulang di sisi pegunungan. Anak itu terheran – heran, penasaran dan ingin tahu dari mana asal teriakan yang menirukan suaraanya tadi, si anak berteriak lagi dengan suara lebih keras.
“hai…. Siapa kamu…?
Sesaat kemudian,ia menerima jawaban yang hampir sama kerasnya, “ hai… siapa kamuuu……?”
Setelah itu, suasana kembali hening dan hanya desau angin yang terdengar. Anak kecil itu makin gusar karena hanya mendengar suaranya. Lalu dengan marah sekali ia berteriak sekeras –kerasanya, “pengecut kamu…!”
Dan sesaat kemudian ia pun langsung menerima jawaban yang sama nadanya, “pengecut kamu…..!”
Dengan pandangan yang heran bercampur kesal, anak itu menatap ayahnya. “ayah, siapa orang yang iseng menirukan teriakan-teriakanku tadi? Mengapa semua teriakanku dia tiru sama persis? Tanya anak itu.
Ayahnya tersenyum bijak dan berkatak,” Anakku, perhatikan baik- baik….” Kemudian, sang ayah berteriak dengan keras sekali kearah pegunungan, “ kamu hebat…!”terdengar jawaban bunyi yang sama kerasnya dan berulang. “kamu hebat…!
Melihat roman muka anaknya yang masih keheranan, lelaki itu kembali berteriak keras – keras,” kamu luar biasa…! Dan sama seperti teriakan –terikan sebelumnya yang diikuti dengan suara yang persis sama. “kamu luar biasa…!
Anak itu tetap saja keheranan sambil terus memandangi ayahnya. Tampak sekali ia tak sabar menunggu penejelasan ayahnya. Sang ayah pun berkata.” Wajar saja kau heran, anakku. Ini pengalaman pertamamu berada ditempat yang berbukit – bukit dan bergunung –gunung. Orang menyebut suara yang memantul balik tadi sebagai GEMA. Itulah pantulan suara.”
Sang ayah melanjutakan penjelasannya. “ sama dengan gema tadi, anakku. Kehiudupan ini juga akan selalu memantulkan kembali apapun yang kita berikan kepadanya. Maksudnya,apa pun yang telah kau pikirkan, katakan, dan lakukan, maka akan seperti itu pula hasil yang kau dapat. Jika setiap saat enkau berfikir positif, mengucapkan kata – kata bijak, selalu berbuat kebaikan, rajin belajar dan berdisiplin, maka hidup akan beroleh penghargaan karena kepandaianmu berbicara, beroleh kasih dan pertolongan dari sesama karena kebaikanmu, dan dengan demikian kau akan mendapatkan kehidupan yang sukses. Apakah kau mengerti?
Dan, si anak pun mengangguk –anggukan kepalanya.
Saudaraku yang dirahmati Allah, Maha Benar apa yang difirmankan Allah SWT :
” Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan ”. (Al Qur’an surat 45. Al Jaatsiyah ayat 15)
” Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya ” (Al Qur’an surat 41. Fushshilat ayat 46)
” Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Al Qur’an surat 43. Az Zukhruf ayat 76)
Kisah di atas mengandung kebijkan yang mendalam dan berharga bagi kita. Kebijakan terdalalam dari kisah tadi menyatakan bahwa hidup kita adalah PANTULAN dari apa yang kita pikirkan, kita ucapkan, dan kita lakukan. Jika kita selalu berpikir negative, penuh kekhwatiran, dan kecurigaan, maka kehidupan akan memberi reaksi yang sama negatifnya pada kita. Linkungan atau orang – orang di sekitar kita pun akan terabawa atau ikut terpengarauh untuk menjadi berperilaku negative, penuh kecurigaan, dan tidak mau percaya pada kita. Dampaknya kehidupan kita bisa dirusak oleh sebab –sebab yang kita munculkan tadi.
Sebalikanya, jika kita senantiasa memiliki hati yang penuh kasih,berpikir positif, mengucapkan kata – kata yang positif pula serta berperilaku baik kepada siapa saja, maka kehidupan akan memberikan reaksi yang sama positifnya. Hiudp kita pun akan dikelilingi oleh orang-orang yang penuh kasih, berpikiran positif dan tentu saja banyak kebaikan akan mendatangi kita.
Perinsip di atas sejalan dengan kata mutira ” hidup akan memberikan kembali apa yang kita berikan ”. Dalam kehidupan ini, kesuksesan hari ini tidak tercipta oleh karena kebetulan atau keberuntungan semata. Setiap keberhasilan dalam bidang apa pun, pastilah terwujud karena akumulasi dari usaha – usaha yang pernah kita lakukan sebelumnya. Begitulah makna “ apa yang kita berikan itulah yang akan kita dapatkan ”.
Maka baik buruknya kehidupan seseorang sesungguhnya berada dalam kendali hati, pikiran, ucapan dan perbuatan orang itu sendiri. Bahwa lingkungan atau orang lain berpengaruh pada kehidupan kita itu benar. Tatapi kehidupan kita sama sekali tidak ditentukan oleh orang lain. Sebab, kita memiliki hak dan kekuatan untuk menentukan pilihan.
Jadi pesanya jelas sekali, mari kita penuhi hidup ini dengan banyak hal positif. Dan jika kita ingin lebih berhasil, maka kita harus berani memberi yang terbaik dari yang kita miliki. Sebab memberi yang terbaik akan mendapatkan yang terbaik.
smoga bermanfaat
*Jadikanlah Facebook untuk kebaikan dunia dan akheratmu
from Kisah Kisah Teladan II
MISTERI REZEKI ALLAH SWT
Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, tidak satupun diantara kita yang bebas dari berbagai persoalan kehidupan, miskin bermasalah kayapun bermasalah, nganggur bermasalah kerjapun bermasalah, sendiri bermasalah sudah nikahpun bermasalah, gak punya anak bermasalah punya anakpun bermasalah, nah sebaik-baik kita yang bermasalah adalah yang tidak pernah lari dari masalah siap menghadapi dan mensyukuri setiap apapun yang terjadi. Karena hakekatnya masalah adalah sengaja dibuat oleh Allah sebagai ujian untuk mengetahui siapa diantara kita yang terbaik iman dan amalnya.
Ketika Nabi Muhammad SAW mengundang para sahabat untuk menghadiri walimatul ursy ( Pesta Pernikahan ) yang diadakan beliau dengan seorang wanita yang menjadi istrinya. Para sahabat hadir dan begitu mereka menyaksikan tentang rupa makanan yang dijamukan oleh Rasulullah SAW, mereka tak tahan untuk tidak memperbincangkannya.
" Darimana Rasulullah SAW akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari para istri-istrinya ? coba lihat, jamuan walimahnya saja cuma seperti itu ?"
Rasulullah SAW diam saja. Beliau bukan tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh para sahabat saat itu. Usai menunaikan sholat, Rasulullah SAW menceritakan suatu kisah kepada para sahabat yang hadir.
" Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rezeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian ?"
Rasulullah SAW kemudian memulai kisahnya.
" Suatu ketika Nabi sulaiman a.s melakukan sholat ditepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, lalu seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya tadi ? Nabi Sulaiman menyaksikan bahwa begitu si katak muncul, katak itu langsung saja menggendong sang semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
Ada apa di dasar laut ? Semut itu menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa di sana ada berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rezekinya kepada si semut.
" Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu ". Demikian si semut memberikan penjelasannya kepada Nabi Sulaiman a.s. " Siapakah malaikat itu, hai semut ?" tanya Nabi Sulaiman kepada si semut dengan penuh selidik. " dia adlah si katak sendiri. Malaikat menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut ".
Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, " Maha Besar Allah yang mentakdirkan aku hidup di dasar laut ". Dalam mengakhiri ceritanya itu, Rasulullah SAW memberi pandangannya.
" Jika ulat saja yang hidupnya di dasar laut, Allah SWT masih tetap memberinya makanan, maka apakah Allah SWT tega menelantarkan umat Muhammad soal rezeki dan rahmatnya ?"
Saudaraku, marilah kita lihat hewan yang sangat lemah, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.
Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk menjemput rizki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan tubuhnya ke batu, atau terjun dari gedung lantai 7. emang ada cacing bisa naik lift ? he he he...
Saudaraku, sebenarnya kebutuhan perut dan tubuh kita ini sebenarnya tidaklah menuntut yang aneh-aneh, namun kita seringkali membeli barang yang aneh-aneh demi memenuhi berbagai keinginan-keinginan nafsu kita, makan di warung kaki lima sama di restoran sama kenyangnya, baju di mall sama baju di Tanah Abang sama nyamannya, rumah sederhana sama rumah mewah sama fungsinya, ya… ternyata gaya hidup yang membuat kita memaksakan diri dan mempersulit diri kita sendiri, hanya dengan mencontoh gaya hidup Muhammad SAW maka hidup kita akan ringan, mudah dan penuh berkah.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kalian hingga kalian mengikuti GAYA HIDUP mereka.” ( Al-Baqoroh : 120 ), karena dengan mengikuti gaya hidup mereka maka kantong kita dan kantong negara kita ini akan terkuras habis sampai ngutang sama mereka, maka barulah mereka tersenyum menjabat tangan kita.
Saudaraku, dari pada mengikuti gaya hidup mereka mending kita alihkan untuk investasi yang lebih prospektif untuk masa depan kita di Dunia dan Akhirat kelak.
smoga bermanfaat
*Jadikanlah Facebook untuk kebaikan dunia dan akheratmu*
from MISTERI REZEKI ALLAH SWT
Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, tidak satupun diantara kita yang bebas dari berbagai persoalan kehidupan, miskin bermasalah kayapun bermasalah, nganggur bermasalah kerjapun bermasalah, sendiri bermasalah sudah nikahpun bermasalah, gak punya anak bermasalah punya anakpun bermasalah, nah sebaik-baik kita yang bermasalah adalah yang tidak pernah lari dari masalah siap menghadapi dan mensyukuri setiap apapun yang terjadi. Karena hakekatnya masalah adalah sengaja dibuat oleh Allah sebagai ujian untuk mengetahui siapa diantara kita yang terbaik iman dan amalnya.
Ketika Nabi Muhammad SAW mengundang para sahabat untuk menghadiri walimatul ursy ( Pesta Pernikahan ) yang diadakan beliau dengan seorang wanita yang menjadi istrinya. Para sahabat hadir dan begitu mereka menyaksikan tentang rupa makanan yang dijamukan oleh Rasulullah SAW, mereka tak tahan untuk tidak memperbincangkannya.
" Darimana Rasulullah SAW akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari para istri-istrinya ? coba lihat, jamuan walimahnya saja cuma seperti itu ?"
Rasulullah SAW diam saja. Beliau bukan tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh para sahabat saat itu. Usai menunaikan sholat, Rasulullah SAW menceritakan suatu kisah kepada para sahabat yang hadir.
" Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rezeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian ?"
Rasulullah SAW kemudian memulai kisahnya.
" Suatu ketika Nabi sulaiman a.s melakukan sholat ditepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, lalu seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya tadi ? Nabi Sulaiman menyaksikan bahwa begitu si katak muncul, katak itu langsung saja menggendong sang semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
Ada apa di dasar laut ? Semut itu menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa di sana ada berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rezekinya kepada si semut.
" Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu ". Demikian si semut memberikan penjelasannya kepada Nabi Sulaiman a.s. " Siapakah malaikat itu, hai semut ?" tanya Nabi Sulaiman kepada si semut dengan penuh selidik. " dia adlah si katak sendiri. Malaikat menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut ".
Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, " Maha Besar Allah yang mentakdirkan aku hidup di dasar laut ". Dalam mengakhiri ceritanya itu, Rasulullah SAW memberi pandangannya.
" Jika ulat saja yang hidupnya di dasar laut, Allah SWT masih tetap memberinya makanan, maka apakah Allah SWT tega menelantarkan umat Muhammad soal rezeki dan rahmatnya ?"
Saudaraku, marilah kita lihat hewan yang sangat lemah, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.
Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk menjemput rizki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan tubuhnya ke batu, atau terjun dari gedung lantai 7. emang ada cacing bisa naik lift ? he he he...
Saudaraku, sebenarnya kebutuhan perut dan tubuh kita ini sebenarnya tidaklah menuntut yang aneh-aneh, namun kita seringkali membeli barang yang aneh-aneh demi memenuhi berbagai keinginan-keinginan nafsu kita, makan di warung kaki lima sama di restoran sama kenyangnya, baju di mall sama baju di Tanah Abang sama nyamannya, rumah sederhana sama rumah mewah sama fungsinya, ya… ternyata gaya hidup yang membuat kita memaksakan diri dan mempersulit diri kita sendiri, hanya dengan mencontoh gaya hidup Muhammad SAW maka hidup kita akan ringan, mudah dan penuh berkah.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kalian hingga kalian mengikuti GAYA HIDUP mereka.” ( Al-Baqoroh : 120 ), karena dengan mengikuti gaya hidup mereka maka kantong kita dan kantong negara kita ini akan terkuras habis sampai ngutang sama mereka, maka barulah mereka tersenyum menjabat tangan kita.
Saudaraku, dari pada mengikuti gaya hidup mereka mending kita alihkan untuk investasi yang lebih prospektif untuk masa depan kita di Dunia dan Akhirat kelak.
smoga bermanfaat
*Jadikanlah Facebook untuk kebaikan dunia dan akheratmu*
from Kisah Kisah Teladan II
Ketika Nabi Muhammad SAW mengundang para sahabat untuk menghadiri walimatul ursy ( Pesta Pernikahan ) yang diadakan beliau dengan seorang wanita yang menjadi istrinya. Para sahabat hadir dan begitu mereka menyaksikan tentang rupa makanan yang dijamukan oleh Rasulullah SAW, mereka tak tahan untuk tidak memperbincangkannya.
" Darimana Rasulullah SAW akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari para istri-istrinya ? coba lihat, jamuan walimahnya saja cuma seperti itu ?"
Rasulullah SAW diam saja. Beliau bukan tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh para sahabat saat itu. Usai menunaikan sholat, Rasulullah SAW menceritakan suatu kisah kepada para sahabat yang hadir.
" Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rezeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian ?"
Rasulullah SAW kemudian memulai kisahnya.
" Suatu ketika Nabi sulaiman a.s melakukan sholat ditepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, lalu seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya tadi ? Nabi Sulaiman menyaksikan bahwa begitu si katak muncul, katak itu langsung saja menggendong sang semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
Ada apa di dasar laut ? Semut itu menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa di sana ada berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rezekinya kepada si semut.
" Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu ". Demikian si semut memberikan penjelasannya kepada Nabi Sulaiman a.s. " Siapakah malaikat itu, hai semut ?" tanya Nabi Sulaiman kepada si semut dengan penuh selidik. " dia adlah si katak sendiri. Malaikat menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut ".
Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, " Maha Besar Allah yang mentakdirkan aku hidup di dasar laut ". Dalam mengakhiri ceritanya itu, Rasulullah SAW memberi pandangannya.
" Jika ulat saja yang hidupnya di dasar laut, Allah SWT masih tetap memberinya makanan, maka apakah Allah SWT tega menelantarkan umat Muhammad soal rezeki dan rahmatnya ?"
Saudaraku, marilah kita lihat hewan yang sangat lemah, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.
Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk menjemput rizki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan tubuhnya ke batu, atau terjun dari gedung lantai 7. emang ada cacing bisa naik lift ? he he he...
Saudaraku, sebenarnya kebutuhan perut dan tubuh kita ini sebenarnya tidaklah menuntut yang aneh-aneh, namun kita seringkali membeli barang yang aneh-aneh demi memenuhi berbagai keinginan-keinginan nafsu kita, makan di warung kaki lima sama di restoran sama kenyangnya, baju di mall sama baju di Tanah Abang sama nyamannya, rumah sederhana sama rumah mewah sama fungsinya, ya… ternyata gaya hidup yang membuat kita memaksakan diri dan mempersulit diri kita sendiri, hanya dengan mencontoh gaya hidup Muhammad SAW maka hidup kita akan ringan, mudah dan penuh berkah.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kalian hingga kalian mengikuti GAYA HIDUP mereka.” ( Al-Baqoroh : 120 ), karena dengan mengikuti gaya hidup mereka maka kantong kita dan kantong negara kita ini akan terkuras habis sampai ngutang sama mereka, maka barulah mereka tersenyum menjabat tangan kita.
Saudaraku, dari pada mengikuti gaya hidup mereka mending kita alihkan untuk investasi yang lebih prospektif untuk masa depan kita di Dunia dan Akhirat kelak.
smoga bermanfaat
*Jadikanlah Facebook untuk kebaikan dunia dan akheratmu*
from MISTERI REZEKI ALLAH SWT
Saudaraku yang dimuliakan Allah SWT, tidak satupun diantara kita yang bebas dari berbagai persoalan kehidupan, miskin bermasalah kayapun bermasalah, nganggur bermasalah kerjapun bermasalah, sendiri bermasalah sudah nikahpun bermasalah, gak punya anak bermasalah punya anakpun bermasalah, nah sebaik-baik kita yang bermasalah adalah yang tidak pernah lari dari masalah siap menghadapi dan mensyukuri setiap apapun yang terjadi. Karena hakekatnya masalah adalah sengaja dibuat oleh Allah sebagai ujian untuk mengetahui siapa diantara kita yang terbaik iman dan amalnya.
Ketika Nabi Muhammad SAW mengundang para sahabat untuk menghadiri walimatul ursy ( Pesta Pernikahan ) yang diadakan beliau dengan seorang wanita yang menjadi istrinya. Para sahabat hadir dan begitu mereka menyaksikan tentang rupa makanan yang dijamukan oleh Rasulullah SAW, mereka tak tahan untuk tidak memperbincangkannya.
" Darimana Rasulullah SAW akan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari para istri-istrinya ? coba lihat, jamuan walimahnya saja cuma seperti itu ?"
Rasulullah SAW diam saja. Beliau bukan tidak tahu apa yang diperbincangkan oleh para sahabat saat itu. Usai menunaikan sholat, Rasulullah SAW menceritakan suatu kisah kepada para sahabat yang hadir.
" Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rezeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian ?"
Rasulullah SAW kemudian memulai kisahnya.
" Suatu ketika Nabi sulaiman a.s melakukan sholat ditepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, lalu seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya tadi ? Nabi Sulaiman menyaksikan bahwa begitu si katak muncul, katak itu langsung saja menggendong sang semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
Ada apa di dasar laut ? Semut itu menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa di sana ada berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rezekinya kepada si semut.
" Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu ". Demikian si semut memberikan penjelasannya kepada Nabi Sulaiman a.s. " Siapakah malaikat itu, hai semut ?" tanya Nabi Sulaiman kepada si semut dengan penuh selidik. " dia adlah si katak sendiri. Malaikat menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut ".
Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, " Maha Besar Allah yang mentakdirkan aku hidup di dasar laut ". Dalam mengakhiri ceritanya itu, Rasulullah SAW memberi pandangannya.
" Jika ulat saja yang hidupnya di dasar laut, Allah SWT masih tetap memberinya makanan, maka apakah Allah SWT tega menelantarkan umat Muhammad soal rezeki dan rahmatnya ?"
Saudaraku, marilah kita lihat hewan yang sangat lemah, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.
Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk menjemput rizki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan tubuhnya ke batu, atau terjun dari gedung lantai 7. emang ada cacing bisa naik lift ? he he he...
Saudaraku, sebenarnya kebutuhan perut dan tubuh kita ini sebenarnya tidaklah menuntut yang aneh-aneh, namun kita seringkali membeli barang yang aneh-aneh demi memenuhi berbagai keinginan-keinginan nafsu kita, makan di warung kaki lima sama di restoran sama kenyangnya, baju di mall sama baju di Tanah Abang sama nyamannya, rumah sederhana sama rumah mewah sama fungsinya, ya… ternyata gaya hidup yang membuat kita memaksakan diri dan mempersulit diri kita sendiri, hanya dengan mencontoh gaya hidup Muhammad SAW maka hidup kita akan ringan, mudah dan penuh berkah.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kalian hingga kalian mengikuti GAYA HIDUP mereka.” ( Al-Baqoroh : 120 ), karena dengan mengikuti gaya hidup mereka maka kantong kita dan kantong negara kita ini akan terkuras habis sampai ngutang sama mereka, maka barulah mereka tersenyum menjabat tangan kita.
Saudaraku, dari pada mengikuti gaya hidup mereka mending kita alihkan untuk investasi yang lebih prospektif untuk masa depan kita di Dunia dan Akhirat kelak.
smoga bermanfaat
*Jadikanlah Facebook untuk kebaikan dunia dan akheratmu*
from Kisah Kisah Teladan II
Langganan:
Postingan (Atom)



