Diko Hartan

Diko Hartan

Pembelajaran Sebagai Proses Komunikasi

Posted on Senin, 08 Oktober 2012


Proses Komunikasi dalam Pembelajaran

Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan ke penerima pesan melalui saluran atau media tertentu. Melalui proses komunikasi, pesan dapat diterima, diserap, dan dihayati penerima pesan, maka agar tidak terjadi kesalahan dalam proses komunikasi, perlu digunakan sarana yang dapat membantu proses komunikasi.
Komponen yang terdapat dalam proses komuniukasi tersebut, adalah:
1. Pesan,
2. Sumber pesan,
3. Saluran atau media, dan
4. Penerimaan pesan, adalah komponen-komponen proses komunikasi.

Keterampilan dasar komunikasi dan keterampilan dasar mengajar, sangat terkait dengan desain intruksional. Secara garis besar, berbagai model pengembangan intruksional dan langkah-langkah pengembangan intruksional terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
> Mengidentifikasi kebutuhan intruksional dan menulis tujuan intruksional umum,
> Melakukan analisis intruksional,
> Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal pembelajar,
> Merumuskan tujuan intruksional khusus,
> Menyusun tes,
> Mengembangkan strategi intruksional,
> Mengembangkan bahan intruksional,
> Mendesain media yang digunakan,
> Mendesain dan melakukan evaluasi.

Proses Penuangan Pesan, Hambatan, Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi dalam Pembelajaran.

Dalam kegiatan penuangan pesan, pengajar seringkali mengalami hambatan komunikasi. Seorang pengajar akan berusaha mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
Proses penuangan pesan :
Aktivitas yang dilakukan dalam penuangan pesan berupa materi pengajaran, adalah:
Mengenal pasti pelbagian sumber pengetahuan yang akan dituangkan,
Mempertimbangakan kelemahan dan kekuatan sumber pembelajaran yang dikenal tersebut, dan
Kemudian pesan berupa isi pelajaran tersebut dapat dituangkan pengajar dengan menggunakan simbol-simbol komunikasi.
Pada proses penafsiran pesan adakalanya berhasil dan adakalanya tidak berhasil.
Keberhasilan menafsirkan pesan, yaitu keberhasilan penerima pesan untuk menafsirakan pesan yang diterimanya, karena: kemampuan, keseriusan, dan kecepatan menerima dan memahami apa-apa yang di dengar, dibaca, dilihat, diamati.
Kegagalan menafsirkan pesan, yaitu kegagalan penerimaan pesan menafsirkan pesan. Kegagalan penerima pesan, disebabakan oleh: kurangnya kemampuan, dan kurangnya keseriusan dalam menerima dan memahami apa-apa yang didengar, dibaca dilihat dan diamati.

Hambatan proses komunikasi dalam pembelajaran
Faktor internal
1. Hambatan yang berasal dari dalam diri penerima pesan atau pembelajar itu sendiri, berupa:
2. Hambatan psikologis, seperti minat, sikap, pendapat, kepercayaan, intelegensi, pengetahuan.
3. Hambatan fisik, seperti kelelahan, sakit, keterbatasan daya indera, dan cacat tubuh.
4. Hambatan eksternal
5. Hambatan yang berasal dari pembelajar, seperti:
Hambatan kultural, seperti perbedaan adat istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan, dan nilai-nilai panutan. Perbedaan adat-istiadat, norma sosial dan kepercayaan kadang-kadang dapat menjadi sumber salah paham.
Hambatan lingkungan, yaitu hambatan yang ditimbulkan oleh situasi dan kondisi keadaan sekitar. Proses pembelajaran di tempat yang tenang, sejuk dan nyaman, tentu akan lain hasilnya dengan proses yang dilakukan di kelas yang bising, panas, dan berjubel.

Mengatasi hambatan komunikasi dalam pembelajaran
Media berfungsi membantu mengatasi hambatan-hambatan dalam pembelajaran. Misalnya saja, perbedaan gaya belajar, minat, intelegensi, keterbatasan daya ingat, cacat tubuh, atau hambatan jarak geografis, jarak waktu dan lain-lain dapat dibantu dan diatasi dengan pemanfaat media pembelajaran.
Secara umum kegunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, sebagai berikut:

  • Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan.
  • Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, seperti:
  • Obyek terlalu besar, dapat digantiakn dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model.
  • Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar,
  • Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau highspeed photography,
  • Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu, dapat ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, VCD, film bingkai, foto, maupun secara verbal,
  • Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain, dan
  • Konsep yang terlalu luas ( gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.

Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Maka, posisi media pembelajaran berguna untuk:

  • Menimbulkan kegairahan belajar
  • Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan, dan
  • Memungkinkan pembelajar dapat belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya. Dengan sifat unik pada tiap pembelajar ditambah lagi dengan lingkungan serta pengalaman yang berbeda, sementara kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap pembelajar, pengajar akan banyak mengalami kesulitan, bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Masalah itu dapat diatasi dengan media pembelajaran yang berfungsi untuk:
  • Memberikan perangsang yang sama,
  • Mempersamakan pengalaman, dan
  • Menimbulkan persepsi yang sama.

Fasilitas dan Peranannya dalam Proses Pembelajaran
Jenis-jenis sumber pembelajaran
Jenis-jenis sumber pembelajaran, alat-alat dan media pembelajar tersebut, diantaranya adalah:
Sumber berdasarkan manusia (a) teman sebaya, (b) pengajar, (c) pakar bidang studi, (d) produser media.
Bahan bercetak (a) buku, (b) majalah, (c) jurnal, (d) enslikopedia, (e) surat kabat, (f) katalog, (g) kamus, (h) buku teks, dan lain-lain,
Bahan pandang dan dengar (audio): (a) mikrofik, (b) radio, (c) televisi, (d) OHP, (e) LCD, (f) slide-slide suara, (g) tape recorder, (h) video, (i) film.
Sumber berasaskan komputer. (a) disket, (b) hardware komputer (c) program atau software komputer, (d) komputer, (e) internet.

Kekuatan dan kelemahan sumber pembelajaran di atas:
Bahan bercetak sukar dikemas dalam waktu yang singkat.
Bahan pembelajaran yang berbasis komputer atau teknologi informasi dapat dikemas sesuai keperluan.
Bahan pembelajaran berupa audio visual dapat diperoleh dari internet dan bahan-bahan tersebut dapat digunakan yang telah terintegrasi dengan komputer, karena penggunaan sumber pembelajaran berbasis komputer dapat meningkatkan dan memudahkan pengajar dalam proses pembelajaran.
Kelemahan sumber pembelajaran berbasis komputer, yaitu selalu saja terjadi kerusakan hard disk, padat dan diserang virus.

Situasi pembelajaran
Tiga faktor utama yang yang lazim dalam proses pembelajaran:

  • Pengajar, pelatih dan penatar,
  • Pembelajar, dan
  • Bahan pelajaran.

Dengan ketiga faktor tersebut, setidaknya proses pembelajaran dapat Dilaksanakan dan dapat terjadi dimana saja. Dalam proses pembelajaran ada tujuan Atau hasil yang ingin dicapai. Untuk mencapai keinginan tersebut, diperlukan fasilitas, karena fasilitas berfungsi sebagai sarana penunjang untuk memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran. Alat-alat atau sarana tersebut dibagi menjadi dua, yaitu:
Prasarana pendidikan, yakni sesuatu yang ada sebelum adanya sarana, seperti bangunan sekolah, tanah dan gedung, meja, kursi, lemari, dan alat-alat kantor tata usaha.
Sarana pendidikan, yakni alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran, seperti alat-alat pelajaran, alat-alat peraga, dan media pembelajaran, apabila ditinjau dari sudut fungsinya atau peranannya dalam proses pembelajaran.

Alat yang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, yaitu:

  • Alat pelajaran : buku-buku di perpustakaan, buku pegangan pengajar maupun pembelajar, dan buku pelajaran.
  • Alat peraga, digunakan pengajar pada saat mengajar.
  • Alat praktik, di laboraturium, bengkel kerja, dan lain-lain.
  • Alat tulis menulis, papan tulis, pensil, penghapus, kapur, petunjuk, lasser point, penggaris, buku tulis, dan lain-lain.
  • Alat peraga
  • Menurut fungsinya alat peraga dibedakan menjadi:
  1. Alat peraga langsung, yaitu pengajar menerangkan dengan menunjukkan benda-benda sesungguhnya.
  2. Alat peraga tidak langsung, yaitu pengajar mengadakan penggantian terhadap benda yang sesungguhnya dalam pembelajaran di kelas.
  3. Alat peraga atau peragaan, berupa perbuatan pengajar atau kegiatan yang dilakukan pengajar.


Media pembelajaran
Sarana yang dapat digunakan untuk menampilkan atau menyampaikan pelajaran, dalam pengertian luas disebut media. Kategori media dilihat dari sisi komponen dan jenisnya:
Sisi komponennya
Hardware (perangkat keras), berfungsi untuk menampilkan komponen perangkat lunak.
Software (perangkat lunak), bahan atau program yang ditampilkan dengan bantuan hardware.
Jenis
Media audio, yaitu, media yang digunakan dengan mengandalkan pendengaran.
Media visual, yaitu, media yang digunakan dengan mengandalkan pengelihatan.
Media audio-visual, yaitu, media yang digunakan dengan mengandalkan pengalaman pengelihatan.

Media sebagai faktor eksternal
Faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran:
Faktor internal, yang tercakup di dalamnnya sikap, pandangan hidup, motivasi, perasaan senang dan tidak senang terhadap materi pelajaran dan pengajar, pengalaman dan sebagainya.
Faktor eksternal, yang tercakup di dalamnya rangsangan dari luar, lingkungan, dorongan orang, pandangan orang lain, dan sebagainya.

Penggunaan Media dalam Proses Pembelajaran
Peran pengajar dalam media pembelajaran
Pekerjaan pengajar merupakan pekerjaan profesional, karena itu diperlukan kemampuan dan kewewenangan. Kemampuan dapat dilihat dari segi kesanggupan menjalankan perannya sebagai pengajar, pembimbing, administrator, dan sebagai transfer ilmu pengetahuan.

Pengetahuan dan pemahaman media pembelajaran
Pengetahuan dan pemahaman tersebut meliputi:
Media sebagai alat komunikasi, yang dapat digunakan untuk lebih mengefektifksn proses pembelajaran,
Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan,
Situasi proses belajar,
Hubungan antara metode mengajar dan media pembelajaran,
Nilai atau manfaat media pendidikan dan pengajaran,
Memilih dan menggunakan media pembelajaran,
Berbagai jenis alat dan teknik media pembelajaran,
Usaha inovasi media pembelajaran, dan lain-lain.
Selain itu, harus memilih kemampuan untuk memahami jenis media dan sumber
belajar, yaitu:
Mengenal, memilih, dan menggunakan media serta sumber belajar, secara tepat,
Membuat alat-alat bantu pembelajaran sederhana,
Menggunakan alat-alat konvensional untuk media pembelajaran,
Menggunakan, mengelola, dan mengembang laboratorium sebagai media pembelajaran,
Menggunakan perpustakaan dalam pembelajaran,
Menggunakan micro-teaching  dalam program pengalaman lapangan,
Menggunakan fenomena alam dan realitas lingkungan sebagai media pembelajaran, dan
Perilaku dan penampilan yang baik di depan kelas sebagai media pembelajaran.
Untuk menggunakan media pembelajaran dengan baik, efisien dan efektif, diperlukan kemampuan dan keterampilan membuat dan memilih media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Sebelum membuat dan memilih media, terlebih dahulu mengenal jenis-jenis media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran, seperti:
Alat atau media yang dapat digunakan sendiri oleh pembelajar, berupa media rekaman dan bahan belajar mandiri.
Alat atau media yang memerlukan kehadiran pengajar, berupa papan tulis atau whiteboard, transparansi OHP, dan lembaran balik.
Alat atau media yang tidak memerlukan keahlian khusus, seperti papan tulis atau whiteboard, transparansi OHP, dan bahan cetak.
Alat atau media yang memerlukan keahlian khusus, seperti: program slide, program VCD, DVD, dan LCD, program TV, dan program komputer dan internet.

Keterampilan memilih, menggunakan, dan membuat media pembelajaran
Memilih dan menggunakan media pembelajaran
Kriteria-kriteria pemilihan tersebut antara lain, sebagai berikut:

  • Tujuan pengajaran,
  • Bahan pelajaran,
  • Metode mengajar,
  • Tersediannya alat yang dibutuhkan,
  • Jalannya pelajaran,
  • Penilaian hasil belajar,
  • Pribadi pengajar,
  • Minat dan kemampuan pembelajar,
  • Situasi pengajaran yang sedang berlangsung.

Nilai dan Kegunaan Media Pembelajaran
Nilai dan kegunaan media pembelajaran untuk dapat mempertinggi proses pembelajaran, mempertinggi hasil belajar yang dicapai dalam proses pembelajaran.
Nilai media pembelajaran
Ada beberapa alasan mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar pembelajar. Alasan pertama, berkenaan dengan manfaat media dalam proses pembelajaran, antara lain: (a) pembelajaran akan lebih menarik perhatian pembelajar, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. (b) bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga lebih mudah dipahami oleh pembelajar dan memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran lebih baik. (c) metode pembelajaran akan lebih bervariasi, karena tidak semata-mata menggunakan komunikasi verbal yang akan membuat pembelajar cepat bosan, pengajar kehabisan tenaga dan mungkin juga materi pelajaran, apalagi mengajar setiap jam pelajaran. (d) pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian pengajar saja, tetapi pembelajar dapat melakukan aktivitas lain, seperti mencatat, mengamati, mendemonstrasikan, dan lain-lain.
Alasan kedua, berkenaan denga taraf berfikir pembelajar. Taraf berfikir manusia mengikuti tahap perkembangan, dimulai dari berpikir konkret menuju ke berpikir abstrak, dimulai dari berpikir sederhana menuju berpikir kompleks.
Kegunaan media pembelajaran
Secara umum kegunaan media dalam proses pembelajaran adalahsebagai berikut:
Memperjelas sajian pesan dan tidak terlalu bersifat verbalistik dalam bentuk kata-kata tertulis dan lisan belaka.
Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.
Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik.
Dengan sifat yang unik pada masing-masing pembelajaran ditambah dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda antara pengajar dan pembelajar, sedangkan kurikulum dan materi pengajaran ditentukan sama untuk semua pembelajar, maka pengajar akan mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus ditangani sendiri.
Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi atau penerima pesan. Peranan media dalam pembelajaran adalah sebagai teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengajaran atau sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran.

sumber : Buku Media Pembelajaran Hujair AH Sanaky